Bimbingan Sunnah, perjalanan Berkah

TIPS MEMELIHARA SIKAP TAWADHU SAAT MENJALANKAN IBADAH UMRAH

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 16 April 2026, 10:17:20

INTIPS MEMELIHARA SIKAP TAWADHU SAAT MENJALANKAN IBADAH UMRAH

Umrah adalah ibadah yang agung, bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati untuk mendekat kepada Allah. Dalam manhaj salaf, keberhasilan ibadah tidak hanya diukur dari banyaknya amalan, tetapi dari keikhlasan dan tawadhu’ (rendah hati) di dalamnya.

Para sahabat sangat takut amal mereka tidak diterima, meskipun mereka telah bersungguh-sungguh. Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut (karena mereka tahu) bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (Surah Al-Mu’minun: 60)

Berikut beberapa tips menjaga sikap tawadhu saat menjalankan ibadah umrah:

  1. Sadari Bahwa Ini Undangan dari Allah

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk datang ke Baitullah. Maka tanamkan dalam hati bahwa keberangkatan ini adalah karunia dari Allah, bukan semata karena kemampuan diri.

Allah berfirman:

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah (datangnya).” (Surah An-Nahl: 53)

Kesadaran ini akan melahirkan rasa syukur dan menghilangkan kesombongan dalam hati.

  1. Jangan Merasa Paling Benar

Mengikuti sunnah adalah kewajiban, namun merasa diri paling benar dan merendahkan orang lain adalah penyakit hati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.” (Diriwayatkan Oleh Muslim)

Fokuslah memperbaiki diri dan tetap lembut dalam menyikapi orang lain.

  1. Jaga Keikhlasan dan Hindari Riya’

Tawadhu’ tidak bisa dipisahkan dari keikhlasan. Ibadah yang dilakukan untuk dilihat manusia akan kehilangan nilainya di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (Diriwayatkan Oleh Ahmad)

Jika berbagi momen ibadah, pastikan niatnya untuk kebaikan dan dakwah, bukan untuk mencari pujian.

  1. Perbanyak Istighfar Setelah Beramal

Salah satu ciri orang tawadhu’ adalah tidak bangga dengan amalnya. Justru setelah beribadah, ia merasa masih banyak kekurangan.

Allah berfirman:

“Kemudian bertolaklah kalian dari tempat bertolaknya orang banyak, dan mohonlah ampun kepada Allah.” (Surah Al-Baqarah: 199)

Para ulama menjelaskan bahwa perintah istighfar setelah ibadah menunjukkan bahwa kita harus selalu merasa amal belum sempurna.

  1. Bersabar dalam Ujian Selama Umrah

Kepadatan, antrian, dan kondisi yang tidak nyaman adalah bagian dari ujian selama umrah. Di sinilah tawadhu’ diuji.

Allah berfirman:

“maka tidak boleh berkata kotor, berbuat fasik dan berbantah-bantahan” (Surah Al-Baqarah: 197)

Orang yang tawadhu’ akan menjaga lisan, menahan emosi, dan tidak memaksakan kehendak.

  1. Ingat Dosa-Dosa Diri

Mengingat dosa adalah cara efektif untuk melembutkan hati. Semakin seseorang sadar akan kekurangannya, semakin ia mudah untuk merendahkan diri.

Sebagian Ulama berkata:

“Seorang mukmin melihat dosanya seperti gunung yang akan menimpanya.”

Dengan perasaan ini, seseorang tidak akan mudah meremehkan orang lain.

  1. Rendah Hati kepada Sesama Jamaah

Selama umrah, kita bertemu dengan berbagai karakter manusia. Tawadhu’ terlihat dari bagaimana kita bersikap kepada mereka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu’, sehingga tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri atas yang lain.” (Diriwayatkan Oleh Muslim)

Hormati sesama, bantu yang membutuhkan, dan jangan merasa lebih mulia dari orang lain.

Penutup

Tawadhu’ adalah kunci agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga diterima oleh Allah. Umrah yang mabrur lahir dari hati yang ikhlas, tunduk, dan mengikuti sunnah.

Semoga Allah memudahkan langkah kita ke Tanah Suci, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita hamba yang selalu rendah hati di hadapan-Nya.

Aamiin.

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id